August 9, 2009

Choice: Self-conscious & Free Will

Life is a matter of making choices, karena kualitas hidup kita ditentukan oleh pilihan yang kita ambil. Setiap pilihan pasti dibarengin sama konsekuensi, hukumnya memang begitu, bahkan saat kita milih untuk ngga memilih sekalipun, konsekuensinya adalah kita bakal diam di tempat. 3 masalah utama pilihan yaitu:
  1. Ada begitu banyak pilihan
  2. Berani mengambil pilihan
  3. Mengambil pilihan yang benar
Ada orang-orang yang merasa mereka tidak punya pilihan, padahal sebetulnya banyak pilihan di sekeliling mereka, mereka hanya enggan melihat itu semua. Ada juga yang menyadari ada begitu banyak pilihan, tapi mereka hanya sibuk menimbang-nimbang segala konsekuensi dan akhirnya ngga milih apa-apa, pun milih yang salah, orang-orang macam ini akan terus stuck di tempat sampai kapan pun. Tapi, ada orang-orang yang tau ada berbagai pilihan di sekeliling mereka, mereka berani mengambil keputusan, dan itu adalah keputusan yang benar. Sekarang pertanyaannya:

Kenapa kadang orang mengambil keputusan yang salah tapi dia merasa benar? Lalu apa parameter untuk mengambil keputusan yang benar-benar BENAR?

Hari ini gw dapet pelajaran luar biasa tentang pertanyaan diatas. Namanya "Model Proaktif" dan konsepnya simple. Keputusan terjadi saat ada stimulus dan menghasilkan respon. Model Proaktif tidak semata-mata menimbulkan respon begitu saja karena itu akan jadi reaktif, diantara stimulus dan respon ada kebebasan memilih, memilih respon yang akan kita berikan. Pilihan yang kita ambil harus didasari oleh 4 hal penting:
  1. Kesadaran diri
  2. Imajinasi
  3. Suara hati
  4. Kehendak bebas
Pilihan yang diambil tanpa ke-4 landasan diatas kemungkinan besar adalah pilihan yang salah.

Berikut adalah beberapa contoh konsekuensi dari masing-masing landasan:
  • Kesadaran diri --> khilaf, emosi, reaktif
  • Imajinasi --> pilihan yang terbatas
  • Suara hati --> suara orang lain, pengaruh lingkungan
  • Kehendak bebas --> tekanan, keterbatasan, urgensi masalah
Kurangnya kesadaran diri bakal mengakibatkan kekhilafan ataupun emosi sesaat yang ngga akan menghasilkan apapun selain menambah beban masalah. Kurangnya imajinasi menyebabkan kita merasa kekurangan pilihan, atau bahkan merasa ngga ada pilihan sama sekali dan akhirnya ngga milih, padahal itu juga berarti kita milih untuk ngga memilih. Kalo kita ngelakuin sesuatu bukan dari suara hati kita sendiri, pasti hasilnya ngga akan maksimal, dan saat gagal kita cuma bakal nyalahin orang lain dan keadaan bukannya bangkit berdiri dan berjuang lagi, karena kita ngga pake hati pas ngelakuinnya yang muncul cuma kekecewaan. Untuk mengetahui pilihan yang benar yang harus diambil, jangan pernah ambil keputusan pas lo berada dibawah tekanan. Bebasin pikiran lo, bebasin diri lo seutuhnya dari segala keadaan dan keterbatasan lo saat ini supaya lo bisa ngeliat situasi dengan lebih jelas, posisiin diri lo ngga ada masalah..ngga ada batesan..dan semuanya mungkin, lalu tentuin pilihan lo. Semuanya mungkin.

Konsekuensi itu bukan buat dipikirin tapi dijalanin, so just do it! Lo pikir dengan lo ngga ngambil pilihan berarti lo menghindari konsekuensi? Ngga, karena lo tetep ngadepin konsekuensi lo ngga milih, yaitu stuck di tempat.

You think you have make the best choice for your life? Think again.


Sumber: 7 Habits Highly Effective People by Stephen R. Covey - disampaikan oleh Agus Nugroho dalam Amway MUS X, Solo 8 Agustus 2009

0 Comments:

Post a Comment